September 1, 2025

UMKM Hadapi Tekanan Ekonomi, Digitalisasi Jadi Jalan Bertahan

UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) tetap menjadi penopang utama perekonomian Indonesia. Data Kementerian Koperasi dan UKM mencatat lebih dari 64 juta UMKM berkontribusi terhadap lebih dari 60% PDB nasional serta menyerap lebih dari 90% tenaga kerja di Indonesia.

Namun, kondisi ekonomi yang bergejolak beberapa pekan terakhir—mulai dari pelemahan rupiah, penurunan daya beli masyarakat, hingga fluktuasi harga bahan pokok—membuat UMKM berada dalam tekanan serius.

Banyak pelaku UMKM melaporkan omzet yang menurun hingga 20–50% akibat konsumsi masyarakat yang melemah. Persaingan dengan produk impor murah juga membuat margin keuntungan semakin tertekan. Ditambah lagi, tidak sedikit UMKM yang masih mengandalkan sistem konvensional dalam pencatatan maupun pemasaran, sehingga sulit menjangkau konsumen yang kini beralih ke platform digital.

Sejumlah faktor memperburuk kondisi ini, antara lain:

  • Harga sembako fluktuatif, khususnya beras, cabai, dan minyak goreng.
  • Kredit UMKM melambat, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang justru meningkat.
  • Akses teknologi digital belum merata, terutama di daerah-daerah.

Padahal, dengan adopsi digitalisasi, UMKM memiliki peluang lebih luas untuk bertahan bahkan berkembang di tengah krisis.

Pemerintah tengah menyiapkan paket insentif ekonomi, termasuk program bantuan sosial dan stimulus untuk sektor padat karya. Selain itu, program pendampingan dan pelatihan digitalisasi UMKM juga terus digencarkan. Namun, kunci keberhasilan tetap terletak pada sejauh mana UMKM mampu beradaptasi dengan teknologi.

Salah satu solusi hadir melalui MPStore, platform yang memudahkan UMKM masuk ke ekosistem digital. Dengan fitur seperti pencatatan transaksi otomatis, pembayaran QRIS, akses modal usaha, hingga pemasaran online, MPStore membantu UMKM mengelola bisnis lebih efisien sekaligus memperluas pasar.

Di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan, kehadiran teknologi seperti MPStore diharapkan bisa menjadi “sabuk pengaman” bagi UMKM agar tetap kuat, kompetitif, dan siap bersaing di era digital.

August 29, 2025

Pembayaran Digital Semakin Populer, UMKM Dituntut Beradaptasi

Tren pembayaran digital terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Data Bank Indonesia menunjukkan, transaksi menggunakan QRIS dan dompet digital naik signifikan, terutama di kalangan anak muda yang lebih terbiasa dengan gaya hidup cashless.

Fenomena ini membawa peluang sekaligus tantangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di satu sisi, pembayaran digital mempermudah transaksi dan mempercepat arus kas. Namun di sisi lain, masih banyak UMKM yang belum siap mengadopsi sistem ini, baik karena keterbatasan pengetahuan maupun infrastruktur.

Seorang pemilik warung makan di Jakarta mengaku pernah kehilangan pelanggan karena tidak menyediakan opsi pembayaran QRIS. “Banyak anak muda yang datang, tapi ketika tahu hanya bisa bayar tunai, akhirnya mereka batal beli,” ungkapnya. Hal ini menunjukkan bahwa adaptasi terhadap digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar UMKM tetap relevan.

Selain meningkatkan kenyamanan konsumen, penerapan pembayaran digital juga membantu UMKM dalam pencatatan transaksi yang lebih rapi, transparan, dan efisien. Dengan begitu, pelaku usaha bisa mengontrol arus keuangan dengan lebih baik serta mempermudah akses pada peluang pembiayaan.

Untuk mendukung hal ini, hadir MPStore, sebuah platform yang dirancang khusus membantu UMKM masuk ke dunia digital dengan mudah. Melalui MPStore, pelaku usaha dapat mengelola transaksi, menerima pembayaran digital, hingga merapikan manajemen stok barang.

Dengan dukungan teknologi sederhana namun tepat sasaran, MPStore menjadi mitra yang membantu UMKM lebih siap menghadapi perubahan tren belanja masyarakat yang semakin modern.

Download disini

August 27, 2025

UMKM Jadi Penopang Ekonomi, Namun Masih Hadapi Tantangan Digitalisasi

UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) terus menunjukkan peran vital dalam perekonomian Indonesia. Data Kementerian Koperasi dan UKM mencatat bahwa lebih dari 64 juta UMKM berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, bahkan menyerap lebih dari 90% tenaga kerja di Indonesia.

Namun, di balik kontribusi besar tersebut, banyak pelaku UMKM yang masih menghadapi kendala untuk bisa naik kelas. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan dalam beradaptasi dengan dunia digital. Tidak sedikit UMKM yang masih mengandalkan sistem konvensional, baik dalam pencatatan transaksi maupun pemasaran, sehingga kurang mampu menjangkau konsumen yang kini semakin terbiasa berbelanja secara online.

Selain itu, akses terhadap teknologi digital juga masih belum merata, terutama di daerah-daerah. Padahal, dengan digitalisasi, UMKM bisa memiliki peluang yang lebih luas untuk memperluas pasar, meningkatkan efisiensi, serta bersaing dengan produk-produk besar.

Pemerintah dan berbagai pihak kini terus berupaya memberikan pendampingan, pelatihan, serta akses digital yang lebih mudah bagi UMKM. Namun, peran platform dan solusi digital menjadi kunci penting agar UMKM benar-benar bisa berkembang.

Salah satu solusi hadir melalui MPStore, platform yang memudahkan pelaku UMKM untuk masuk ke ekosistem digital. Dengan fitur yang sederhana namun efektif, MPStore membantu UMKM dalam pencatatan transaksi, pembayaran digital, hingga memperluas pasar. Kehadiran teknologi seperti ini diharapkan dapat mendorong UMKM semakin kuat dan siap bersaing di era digital.

Download disini

August 25, 2025

QRIS Kini Bisa Digunakan di Jepang, Perluas Akses Digital UMKM Indonesia

Inovasi pembayaran digital untuk pelaku UMKM di Tanah Air semakin berkembang, dengan kehadiran QRIS antarbenua. Kini, UMKM lokal dapat menerima pembayaran dari Jepang, membuka peluang ekspor dan transaksi lintas negara dengan mudah.

Langkah ini semakin memperkuat posisi digitalisasi UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional—yang tercermin dari kontribusinya sebesar 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), atau setara dengan Rp9.580 triliun, serta menyerap sekitar 117 juta pekerja .

Tak hanya sekadar kemudahan, implementasi QRIS internasional ini menjadi momentum strategis untuk memperluas jangkauan pasar UMKM global. Para pelaku usaha mikro—yang hingga 2023 tercatat mencapai 66 juta unit—sekarang dapat meraih konsumen internasional dari perangkat seluler saja .

Pada sisi kebijakan, pemerintah juga aktif menyokong transformasi digital UMKM melalui berbagai program, seperti optimalisasi rantai pasok, akses permodalan, pelatihan branding, hingga akselerasi digitalisasi ke platform daring . Para pelaku UMKM juga terus didorong naik kelas, termasuk melalui pendampingan agar dapat masuk ke ekosistem digital formal .

Inisiatif serupa ditunjukkan oleh sejumlah perusahaan fintech dan digital, seperti MPStore. Selain memfasilitasi QRIS, MPStore adalah super-app untuk UMKM yang menyediakan fitur kasir gratis, akses modal KUR, kulakan ke distributor, pengiriman logistik, serta mini-ATM dan e-commerce dalam satu platform .

Dengan MPStore, pelaku UMKM bisa mengelola transaksi harian, stok, keuangan, hingga pengiriman—secara efisien dan terkoneksi. Bahkan, sejak rebranding pada 2022 dari M-Pulsa menjadi MPStore, platform ini telah merangkul jutaan UMKM dengan fitur digital lengkap untuk mempercepat skala usaha .

Tentunya, kesempatan baru seperti QRIS internasional perlu diikuti dengan dukungan teknologi yang tepat agar UMKM benar-benar bisa memanfaatkannya secara maksimal. Di sinilah MPStore hadir sebagai mitra ideal: dari pembayaran digital seamless, pencatatan penjualan otomatis, hingga akses modal dan kulakan—semuanya dalam satu aplikasi praktis.

Bagi UMKM yang ingin naik kelas dan merambah pasar global, MPStore adalah solusi lengkap yang bisa mempercepat dan mempermudah perjalanan digital bisnismu. Tumbuhkan usahamu lebih hebat—mulai dari MPStore SuperApp UMKM.

Download disini

August 20, 2025

Harga Pangan Naik-Turun, UMKM Semakin Tertekan dengan Biaya Produksi

Kenaikan harga sejumlah bahan pokok masih menjadi persoalan serius bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai daerah. Fluktuasi harga yang terus terjadi dari minggu ke minggu membuat para pelaku usaha kecil semakin kesulitan dalam mengatur biaya operasional sekaligus menjaga kestabilan harga jual kepada konsumen.

Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang dirilis melalui Katadata Insight Center, pada 20 Agustus 2025 tercatat bahwa harga pangan di Jawa Timur mengalami perubahan cukup signifikan. Dari total 23 komoditas pangan yang dipantau, 9 komoditas mengalami kenaikan harga, sementara 14 lainnya justru turun. Di antara yang naik, minyak goreng kemasan menjadi salah satu sorotan dengan harga yang kini mencapai Rp 19.827 per liter atau naik sekitar 0,6% dibandingkan hari sebelumnya. Gula konsumsi juga tercatat mengalami peningkatan, meski relatif tipis, yakni berada di kisaran Rp 16.561 per kilogram atau naik 0,08%. Di sisi lain, sejumlah komoditas penting lain seperti beras premium, beras medium, beras SPHP, cabai merah keriting, hingga telur ayam ras justru mengalami penurunan harga dengan kisaran antara 0,3% hingga 2%.

Situasi berbeda tampak di DKI Jakarta pada hari yang sama. Data Bapanas mencatat bahwa di ibu kota, justru terdapat 14 komoditas yang mengalami kenaikan harga. Minyak goreng kemasan, misalnya, naik hingga 1,0% menjadi Rp 21.091 per liter, sementara minyak goreng curah melonjak lebih tinggi, yakni sekitar 2,22% ke level Rp 19.500 per liter. Kenaikan paling signifikan terjadi pada daging ayam ras, yang kini mencapai Rp 37.857 per kilogram setelah naik sekitar 3,54%. Meski demikian, tidak semua komoditas bergerak naik. Beberapa bahan pangan seperti beras premium, cabai merah besar, bawang merah, serta garam konsumsi justru mengalami penurunan harga dalam periode yang sama.

Dampak bagi UMKM

Fluktuasi harga pangan ini bukan hanya angka statistik semata, melainkan langsung terasa pada aktivitas ekonomi sehari-hari pelaku UMKM. Menurut penelitian dari Kementerian Koperasi dan UKM, lebih dari 60% UMKM di Indonesia mengalami penurunan omzet akibat melemahnya daya beli masyarakat yang dipicu kenaikan harga bahan pokok. Hal ini sangat terasa pada sektor-sektor yang mengandalkan bahan baku pangan sebagai komponen utama produksi, seperti usaha kuliner, warung makan, katering, maupun pedagang makanan ringan.

Seorang pemilik warung makan di kawasan Bekasi yang diwawancarai media nasional beberapa waktu lalu menuturkan bahwa biaya operasional hariannya melonjak tajam, sementara pelanggan enggan menerima kenaikan harga yang terlalu tinggi. Akibatnya, margin keuntungan yang didapat semakin tipis dan risiko kerugian meningkat. Fenomena serupa terjadi di banyak wilayah, di mana pelaku usaha mikro harus pintar-pintar menyesuaikan harga, mengatur stok, dan menekan biaya produksi, meskipun fleksibilitas mereka jauh lebih terbatas dibandingkan pelaku usaha besar.

Analisis dan Ancaman Jangka Panjang

Menurut sejumlah akademisi dan pengamat ekonomi, fluktuasi harga bahan pokok seperti yang terjadi saat ini dapat menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan UMKM. Pasalnya, biaya produksi yang meningkat secara langsung menaikkan harga pokok penjualan (HPP). Sementara itu, kemampuan UMKM untuk menaikkan harga jual terbatas karena sensitifnya daya beli konsumen kelas menengah bawah yang menjadi pasar utama mereka. Jika tren ini berlanjut dalam jangka panjang, UMKM berisiko mengalami penurunan kapasitas produksi, berkurangnya tenaga kerja, bahkan potensi tutup usaha.

Digitalisasi Sebagai Jalan Keluar

Meski demikian, di tengah tantangan tersebut, digitalisasi menawarkan peluang yang bisa membantu UMKM lebih efisien. Platform belanja grosir daring seperti MPStore hadir sebagai solusi praktis untuk mendapatkan bahan baku langsung dari distributor resmi dengan harga yang lebih stabil dan transparan. Dengan sistem digital, pelaku usaha tidak hanya bisa menghemat biaya distribusi dan belanja, tetapi juga memperoleh kemudahan lain seperti pembayaran tagihan, pembelian pulsa, hingga layanan keuangan melalui fitur Mini ATM.

Penggunaan platform semacam ini diharapkan mampu menekan biaya operasional UMKM, sehingga pelaku usaha dapat tetap fokus pada peningkatan kualitas produk dan layanan kepada pelanggan. Lebih jauh lagi, integrasi digital juga bisa membuka akses ke jaringan distribusi yang lebih luas, memungkinkan UMKM bersaing lebih sehat di tengah gejolak harga bahan pokok.

Download disini

August 11, 2025

Warung Makin Cuan dengan Kulakan di MPStore Lewat Indomarco

Bagi pelaku usaha, ketersediaan stok barang dagangan adalah kunci kelancaran bisnis. Tapi sering kali, kulakan harus dilakukan dengan perjalanan jauh, ongkos tambahan, dan waktu yang terbuang. Sekarang, lewat MPStore, kulakan jadi lebih mudah berkat kerja sama dengan Indomarco.

Dengan fitur kulakan lewat Indomarco di aplikasi MPStore, Anda bisa memesan berbagai produk kebutuhan toko atau warung secara online. Mulai dari makanan, minuman, kebutuhan rumah tangga, hingga barang-barang populer lainnya—semuanya tersedia dengan harga grosir yang kompetitif.

Keuntungannya tidak berhenti di situ. Pesanan akan dikirim langsung ke lokasi Anda atau bisa diambil di titik distribusi terdekat, sehingga tidak perlu repot angkut barang sendiri dari jauh. Prosesnya cepat, praktis, dan membantu Anda tetap fokus mengurus pelanggan.

Kini, kulakan bukan lagi pekerjaan yang melelahkan. Dengan MPStore & Indomarco, stok selalu terjaga, harga tetap bersaing, dan usaha Anda bisa berkembang lebih cepat.
MPStore Kulakan – Modal kecil, untung maksimal!

Tunggu apalagi? Yuk download sekarang!

Download disini

August 7, 2025

MPStore Hadirkan Mini ATM: Solusi Praktis Tarik Tunai di Warung Terdekat

Di tengah perkembangan teknologi finansial yang semakin pesat, akses terhadap layanan keuangan masih menjadi tantangan besar di banyak daerah di Indonesia. Terutama di wilayah pedesaan atau pelosok, keberadaan mesin ATM maupun kantor bank sering kali sulit dijangkau. Kondisi ini membuat banyak masyarakat harus menempuh jarak yang jauh hanya untuk melakukan transaksi sederhana seperti tarik tunai atau cek saldo.

Menjawab kebutuhan tersebut, MPStore hadir dengan solusi inovatif berupa layanan Mini ATM yang dapat diakses langsung di warung-warung sekitar. Dengan menghadirkan Mini ATM melalui aplikasi MPStore, masyarakat kini dapat melakukan berbagai transaksi keuangan tanpa perlu pergi ke bank atau mesin ATM. Cukup datang ke warung terdekat yang telah menjadi mitra MPStore, mereka bisa tarik tunai, transfer uang, hingga membayar berbagai tagihan hanya dengan bantuan pemilik warung.

Keberadaan Mini ATM MPStore tidak hanya memudahkan masyarakat umum, tapi juga memberi manfaat besar bagi para pemilik warung. Dengan menjadi agen Mini ATM, warung yang tadinya hanya menjual kebutuhan sehari-hari kini bisa naik kelas menjadi pusat layanan keuangan mikro di lingkungan sekitar. Hal ini tentu membuka peluang tambahan penghasilan bagi para pemilik usaha kecil, sekaligus meningkatkan daya tarik warung mereka di mata pelanggan.

Kemudahan penggunaan juga menjadi keunggulan dari layanan ini. Cukup dengan mengunduh aplikasi MPStore dan mendaftar sebagai mitra, siapa pun bisa mengaktifkan layanan Mini ATM di warungnya. Proses transaksi pun dilakukan secara digital, namun tetap sederhana dan aman digunakan bahkan oleh pemula sekalipun.

Lebih dari sekadar fitur baru, Mini ATM MPStore merupakan wujud nyata dari upaya mendukung inklusi keuangan di Indonesia. Melalui pemanfaatan teknologi dan potensi ekonomi lokal, MPStore berhasil menjembatani kesenjangan layanan keuangan antara kota dan desa. Dengan langkah ini, MPStore tidak hanya memperluas jangkauan layanannya, tapi juga membawa perubahan positif dalam kehidupan masyarakat — dimulai dari warung kecil di sudut kampung.

Download disini

July 29, 2025

BI Ciptakan Payment ID untuk Lacak Transaksi, Benarkah Menuai Kontroversi?

Bank Indonesia (BI) baru-baru ini mengumumkan peluncuran sistem baru bernama Payment ID, sebuah identitas unik yang akan diterapkan pada setiap transaksi digital di Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan pengawasan terhadap peredaran uang dalam ekosistem keuangan digital. Namun, kebijakan ini langsung menuai pro dan kontra di tengah masyarakat.

Tujuan dan Fungsi Payment ID

Menurut keterangan resmi dari BI, Payment ID dirancang sebagai single identifier untuk setiap transaksi digital, termasuk transfer bank, pembayaran QRIS, hingga belanja online. Sistem ini memungkinkan otoritas untuk melacak alur dana secara real time guna mencegah tindak pidana seperti pencucian uang, pendanaan terorisme, dan transaksi ilegal lainnya.

“Payment ID bukan untuk mengawasi individu secara personal, melainkan untuk menciptakan sistem pembayaran yang lebih bersih, efisien, dan akuntabel,” jelas Deputi Gubernur BI, Dody Budi Waluyo, dalam konferensi pers pada Senin (28/7).

Kontroversi dan Kekhawatiran Privasi

Meskipun BI menekankan aspek keamanan dan kepatuhan hukum, banyak pihak menyuarakan kekhawatiran soal potensi pelanggaran privasi dan penyalahgunaan data.

Sejumlah pengamat teknologi dan aktivis digital menilai bahwa sistem ini membuka ruang bagi pengawasan berlebihan terhadap aktivitas keuangan masyarakat. “Ini berpotensi menjadi bentuk surveillance finansial. Masyarakat berhak tahu sejauh mana data transaksi mereka diakses dan untuk kepentingan apa,” ujar Damar Juniarto, Direktur Eksekutif SAFEnet.

Tagar #StopPaymentID bahkan sempat menjadi trending di media sosial, dengan ribuan warganet menyuarakan kekhawatiran soal kebebasan digital.

Respons Pemerintah dan BI

Menanggapi polemik ini, BI memastikan bahwa sistem Payment ID akan dilindungi oleh standar keamanan data berlapis dan tunduk pada UU Perlindungan Data Pribadi (PDP) yang telah disahkan tahun lalu.

“Kami bekerja sama dengan OJK, Kominfo, dan para penyedia jasa keuangan untuk memastikan bahwa data tetap aman dan tidak disalahgunakan,” tegas Dody.

Pemerintah juga membuka ruang diskusi dengan publik melalui forum konsultasi yang dijadwalkan berlangsung Agustus mendatang.

Apa Selanjutnya?

Payment ID rencananya akan diuji coba secara terbatas mulai Oktober 2025, dengan target implementasi penuh pada kuartal pertama 2026. Dalam waktu dekat, BI akan merilis panduan teknis dan daftar pihak yang terlibat dalam sistem ini.

Meski masih menuai kontroversi, sejumlah analis menilai sistem ini berpotensi memperkuat infrastruktur ekonomi digital Indonesia jika dilaksanakan dengan transparan dan akuntabel.

July 23, 2025

Mau Buka Usaha Rumahan? Bisa Pakai MPStore!

Di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah, banyak orang mulai mencari cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan tanpa harus keluar rumah. Usaha rumahan pun kini menjadi pilihan favorit karena fleksibel, tidak membutuhkan modal besar, dan bisa disesuaikan dengan rutinitas sehari-hari. Salah satu solusi praktis dan modern untuk memulai usaha dari rumah adalah dengan menggunakan aplikasi MPStore.

MPStore adalah platform digital yang memudahkan siapa saja untuk menjalankan berbagai jenis usaha hanya lewat ponsel. Dengan satu aplikasi, kamu sudah bisa menjual pulsa, paket data, token listrik, hingga menerima pembayaran tagihan seperti listrik, air, BPJS, dan cicilan multifinance. Tidak hanya itu, MPStore juga menyediakan fitur kulakan online langsung dari distributor resmi, sehingga kamu bisa belanja stok barang untuk warung atau toko kecilmu dengan harga grosir, tanpa harus repot pergi ke pasar atau toko besar.

Kemudahan ini tentu sangat membantu, terutama bagi ibu rumah tangga, pelajar, karyawan, atau siapa pun yang ingin mulai berbisnis dari rumah. MPStore menawarkan pengalaman usaha yang simpel, tanpa perlu pengalaman teknis atau pengetahuan bisnis yang rumit. Semua fitur di dalam aplikasinya dirancang user-friendly dan bisa digunakan bahkan oleh pemula sekalipun.

Selain itu, keuntungan dari setiap transaksi langsung masuk ke akun pengguna, jadi semakin banyak transaksi yang dilakukan, semakin besar juga potensi penghasilannya. MPStore bahkan memungkinkan kamu menjadi “penyelamat darurat” bagi orang-orang sekitar, misalnya ketika tetangga kehabisan token listrik tengah malam, atau orang tua butuh bantuan membayar tagihan BPJS tanpa harus ke luar rumah.

Dengan MPStore, membuka usaha rumahan kini bukan lagi wacana, tapi bisa benar-benar dijalankan dengan mudah. Tidak perlu toko fisik, tidak perlu modal besar, yang kamu perlukan hanyalah smartphone dan koneksi internet. Lewat MPStore, siapa pun bisa mulai merintis usaha kecil dengan potensi besar. Jadi, kalau kamu masih ragu untuk memulai usaha dari rumah, sekarang saatnya mencoba. Download aplikasi MPStore dan mulai perjalanan usahamu hari ini juga.

Tertarik untuk mencoba? download sekarang!

Download disini

July 17, 2025

5 Alasan Pedagang Modern Wajib Pakai MPStore!

5 Alasan Pedagang Modern Wajib Pakai MPStore

Halo, sobat UMKM! Jadi pedagang gak cukup cuma punya lapak dan stok barang. Semua serba cepat dan harus satset! Nah, salah satu cara biar warung makin tertata, efisien, dan untung terus adalah dengan pakai aplikasi digital, salah satunya MPStore.

Buat kamu yang masih ragu, ini dia 5 alasan kenapa pedagang modern wajib banget pakai MPStore:

1. Kulakan Online Langsung dari Supplier Besar

MPStore kerja sama dengan Indomarco, jadi kamu bisa kulakan langsung dari supplier terpercaya lewat HP aja. Gak perlu panas-panasan ke pasar atau ribet WA-in sales satu-satu. Tinggal klik-klik, barang diantar sampai toko.

  • Harga grosir
  • Stok lengkap
  • Tanpa repot keluar rumah

2. Punya Fitur Kasir Digital Biar Gak Pusing Catat Penjualan

MPStore bukan cuma buat kulakan. Ada fitur kasir digital yang otomatis catat setiap transaksi di warung kamu. Gak perlu buku catatan, gak perlu ngitung manual. Semua rapi dan bisa dicek kapan aja! Bisa liat penjualan harian, mingguan, bahkan bulanan!

3. Tahu Kapan Harus Kulakan Lagi

Sering bingung kapan harus beli stok baru? MPStore bantu kamu cek barang yang paling laku, dan kasih notifikasi kalau stok udah menipis. Gak bakal kehabisan barang pas lagi banyak pembeli!

4. Bisa Atur Keuangan Lebih Jelas

Dengan semua data penjualan dan kulakan tercatat otomatis, kamu bisa lebih mudah bedain uang pribadi sama uang warung.
Ini penting banget biar gak boncos tiap akhir bulan!

5. Cocok Buat Pemula dan UMKM Kecil

MPStore itu mudah digunakan bahkan buat pedagang yang belum terbiasa pakai aplikasi. Tampilannya simpel, panduannya jelas, dan timnya siap bantu kalau kamu butuh bantuan.

Kalau kamu ingin jadi pedagang yang satset, rapi, dan untung terus, sekarang waktunya pindah ke sistem digital.

Gak perlu nunggu toko besar, warung kecil juga bisa jadi modern dengan MPStore.

Download disini

Posts pagination