September 1, 2025

UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) tetap menjadi penopang utama perekonomian Indonesia. Data Kementerian Koperasi dan UKM mencatat lebih dari 64 juta UMKM berkontribusi terhadap lebih dari 60% PDB nasional serta menyerap lebih dari 90% tenaga kerja di Indonesia.

Namun, kondisi ekonomi yang bergejolak beberapa pekan terakhir—mulai dari pelemahan rupiah, penurunan daya beli masyarakat, hingga fluktuasi harga bahan pokok—membuat UMKM berada dalam tekanan serius.

Banyak pelaku UMKM melaporkan omzet yang menurun hingga 20–50% akibat konsumsi masyarakat yang melemah. Persaingan dengan produk impor murah juga membuat margin keuntungan semakin tertekan. Ditambah lagi, tidak sedikit UMKM yang masih mengandalkan sistem konvensional dalam pencatatan maupun pemasaran, sehingga sulit menjangkau konsumen yang kini beralih ke platform digital.

Sejumlah faktor memperburuk kondisi ini, antara lain:

  • Harga sembako fluktuatif, khususnya beras, cabai, dan minyak goreng.
  • Kredit UMKM melambat, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang justru meningkat.
  • Akses teknologi digital belum merata, terutama di daerah-daerah.

Padahal, dengan adopsi digitalisasi, UMKM memiliki peluang lebih luas untuk bertahan bahkan berkembang di tengah krisis.

Pemerintah tengah menyiapkan paket insentif ekonomi, termasuk program bantuan sosial dan stimulus untuk sektor padat karya. Selain itu, program pendampingan dan pelatihan digitalisasi UMKM juga terus digencarkan. Namun, kunci keberhasilan tetap terletak pada sejauh mana UMKM mampu beradaptasi dengan teknologi.

Salah satu solusi hadir melalui MPStore, platform yang memudahkan UMKM masuk ke ekosistem digital. Dengan fitur seperti pencatatan transaksi otomatis, pembayaran QRIS, akses modal usaha, hingga pemasaran online, MPStore membantu UMKM mengelola bisnis lebih efisien sekaligus memperluas pasar.

Di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan, kehadiran teknologi seperti MPStore diharapkan bisa menjadi “sabuk pengaman” bagi UMKM agar tetap kuat, kompetitif, dan siap bersaing di era digital.