February 14, 2025

Pengajuan KUR-mu Akan di Tolak Kalau Kamu Lakuin Ini

Halo, sobat UMKM! Pinjaman KUR adalah kredit/pembiayaan modal kerja dan/atau investasi kepada individu/perseorangan skala UMKM yang produktif dan layak namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahan belum cukup.

KUR dibuka untuk seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki usaha berskala UMKM. Melansir dari Bisnis.Com Pengajuan KUR dilakukan untuk meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif; meningkatkan kapasitas daya saing usaha Mikro, Kecil, dan menengah; dan mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sering kali ditolak oleh pihak bank karena beberapa faktor umum. Salah satu penyebab pengajuan KUR ditolak adalah dokumen administrasi yang tidak lengkap. Selain itu riwayat kredit yang buruk atau ada kredit macet sebelumnya juga menjadi alasan penolakan pengajuan KUR.  

Dengan memahami penyebab penolakan pengajuan KUR dan ciri-cirinya dapat membantu sobat mempersiapkan pengajuan KUR dengan lebih baik. Sobat perlu mengetahui ciri-ciri pengajuan KUR ditolak oleh pihak bank dan mengantisipasi penyebabnya.

Hampir semua bank menyediakan beberapa jenis KUR seperti KUR Super Mikro; KUR Mikro; KUR Kecil; KUR Mikro; KUR Penempatan Pekerja Migran Indonesia (d.h KUR TKI); dan KUR Khusus. Proses pengajuan KUR biasanya memerlukan waktu sekitar 7-14 hari kerja sebelum diputuskan ditolak atau diterima.

Nah sobat, berikut adalah beberapa ciri-ciri pengajuan KUR-mu di tolak :

1. Tidak Memenuhi Syarat Usaha
– Usaha belum berjalan minimal 6 bulan.
– Jenis usaha tidak sesuai dengan ketentuan KUR (misalnya, usaha yang tidak produktif atau tidak berkelanjutan).
– Usaha tidak memiliki potensi untuk berkembang atau menghasilkan keuntungan.

2. Dokumen Tidak Lengkap atau Tidak Valid
– Persyaratan dokumen yang kurang lengkap, seperti KTP, KK, surat izin usaha, dan lain-lain.
– Dokumen yang diberikan tidak valid atau palsu.

3. Riwayat Kredit Buruk
– Memiliki catatan kredit macet atau tunggakan di bank atau lembaga keuangan lain.
– Skor kredit (credit scoring) yang rendah.

4. Kapasitas Pembayaran Rendah
– Tidak memiliki pendapatan yang cukup untuk membayar cicilan KUR.
– Terlalu banyak memiliki pinjaman lain.

5. Tidak Ada Jaminan atau Jaminan Tidak Memenuhi Syarat – Beberapa jenis KUR memerlukan jaminan, seperti sertifikat tanah atau kendaraan.
– Jaminan yang diberikan tidak memiliki nilai yang cukup atau tidak sesuai dengan persyaratan.

6. Tujuan Penggunaan Dana Tidak Jelas
– Pengajuan KUR tidak disertai dengan rencana penggunaan dana yang jelas dan rinci.
– Dana KUR akan digunakan untuk hal-hal yang tidak produktif atau tidak sesuai dengan tujuan KUR.

7. Hasil Survei Tidak Sesuai
– Pihak bank atau lembaga keuangan melakukan survei terhadap usaha dan kondisi keuangan calon debitur.
– Hasil survei menunjukkan bahwa usaha tidak layak untuk dibiayai atau kondisi keuangan tidak memungkinkan untuk menerima KUR.

February 11, 2025

LPG 3kg Langka, UMKM Kena Dampak

Halo, sobat UMKM! Belakangan ini telah terjadi kelangkaan gas LPG yang cukup membuat warga resah. Pasalnya, kelangkaan ini di sebabkan karena pemerintah melarang warga membeli gas di warung dan harus membeli langsung ke agen. Hal ini tentu saja menimbulkan banyak dampak dalam berbagai bidang.

Salah satu yang terdampak kerugian dari langkanya LPG 3kg ini adalah para UMKM. Kenaikan harga LPG 3 kg memberikan dampak besar pada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang bergantung pada gas ini untuk operasional. Kenaikan ini disebut memengaruhi biaya produksi secara signifikan.  

Banyak UMKM kini berada dalam kondisi sulit karena kenaikan harga ini. Kesulitan ini membuat mereka harus memilih antara menekan biaya produksi atau mengurangi volume produksi.

Kelangkaan LPG memperburuk keadaan para UMKM yang memerlukan gas dalam jumlah besar. Mereka sering kesulitan memperoleh gas sehingga aktivitas produksi terganggu.

Selain itu, larangan terhadap penjualan elpiji 3 kg oleh pengecer merupakan upaya untuk mematikan usaha akar rumput. Selama ini, pengecer yang merupakan pengusaha akar rumput beserta warung-warung kecil mendapatkan manfaat dari penjualan elpiji 3 kg.

Selain memberantas usaha penyediaan elpiji eceran, para pelaku UMKM yang juga merupakan aktor akar rumput ikut dirugikan atas kebijakan tersebut karena timbulnya kelangkaan gas. Para pelaku UMKM cukup sulit mendapatkan stok gas subsidi di lapangan dan mengharuskan mereka mengantre panjang.

Pembatasan distribusi LPG 3 kg bisa mempersulit masyarakat, terutama mereka yang selama ini mengandalkan ketersediaan LPG di warung-warung kecil sekitar rumah. Dengan adanya kebijakan ini, masyarakat harus menempuh jarak lebih jauh hanya untuk mendapatkan gas bersubsidi tersebut.

Dalam mekanisme pasar, keterbatasan pasokan sering kali menyebabkan kenaikan harga. Jika pangkalan resmi tidak dapat memenuhi permintaan dengan cukup, maka hal ini dapat dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk menaikkan harga secara tidak wajar.

Pemerintah harus tegas untuk mencari solusi yang lebih tepat untuk masalah ini. Pembatasan gas subsidi 3kg bukanlah solusi terbaik mengingat banyak warga yang faktanya kesusahan dengan kebijakan ini.

February 10, 2025

Kena Aksi Premanisme oleh Etnis Papua, Beberapa Pemilik UMKM Tantang Carok

Halo, sobat UMKM! Yogyakarta kini menyaksikan fenomena menarik dengan menjamurnya Warung Madura. Warung ini tersebar di berbagai lokasi, keberadaan mereka tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat, tetepi juga mengubah peta bisnis lokal secara signifikan. Bahkan bagi masyarakat keberadaan warung klontong Madura sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dan melekat dikehidupan masyarakat Yogyakarta.

Beberapa hari belakangan ini berseliweran berita bahwa para pemilik warung Madura terkena aksi premanisme oleh etnis Papua. Pemalakan ini terjadi tidak hanya sekali dua kali dan dinilai meresahkan para pemilik warung Madura yang ada di Yogyakarta.

Sebuah kelompok masyarakat yang tergabung dalam Forum Keluarga Madura Yogyakarta mengeluhkan aksi pemalakan hingga penganiayaan kepada pemilik toko kelontong atau biasa disebut Warung Madura, oleh kelompok masyarakat Papua yang sama-sama tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Melalui sepucuk surat yang beredar luas di media sosial, dikutip Minggu, 9 Februari 2025, Ketua Forum Keluarga Madura Yogyakarta RB Jugil Adiningrat dan Sekretaris M. Fahri Hasyim meminta kepada Ketua tokoh Etnis Papua Yogyakarta untuk bisa memberikan garansi agar tindakan premanisme yang dilakukan etnis Papua di Yogyakarta tidak terulang lagi.

Lebih lanjut, dalam surat tertanggal 7 Februari 2025 yang ditujukan kepada tokoh etnis Papua Yogyakarta, Hendardo Novriansiroen tersebut dinyatakan pula bahwa puluhan kali aksi premanisme oleh etnis Papua di Yogyakarta terhadap Warung Madura, seperti mengambil barang tidak bayar, memukul, hingga merusak tempat usaha warung Madura.

Ketua Forum Keluarga Madura Yogyakarta RB Jugil Adiningrat meminta Hendardo Novriansiroen untuk menjamin agar tindakan premanisme yang dilakukan etnis Papua di Yogyakarta terhadap warga Madura tak kembali terjadi. Jika hal itu tak dapat dilakukan, tantangan mengadu kekuatan fisik menggunakan senjata tajam (Carok) pun dilayangkan.

“Kami masyarakat MADURA yang ada di Yogyakarta sangat menjunjung Bhinneka Tunggal Ika di tanah Yogyakarta yang kita cintai ini. Kami menunggu respon dan iktikad baik saudara untuk menyikapi surat ini,” setidaknya begitulah kata-kata yang tercantum sebagai harapan orang Madura dalam surat tersebut.

Aksi premanisme ini memang harus ada atensi dari pemerintah karena ternilai meresahkan. Tidak hanya itu, jika dibiarkan maka akan ada perpecahan sosial antar dua etnis yaitu Papua dan Madura. Melalui surat tersebut, harapannya adalah para pemilik Warung Madura bisa terbebas dari aksi tidak terpuji yang dilakukan oleh etnis Papua berupa pemalakan atau premanisme.

February 7, 2025

Produk UMKM masih kalah saing dengan China?

Halo, sobat UMKM! Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa produk dalam negeri buatan UMKM masih kalah saing jika di bandingkan dengan produk-produk impor dari China. Menjadi pertanyaan juga kan, apa sih yang membuat produk dalam negeri atau produk lokal ini belum bisa menyaingi produk-produk buatan China.

Serbuan produk impor dari China saat ini masih menjadi perhatian pemerintah. Dilansir dari detik.com, Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman membeberkan alasan produk-produk UMKM kalah saing dengan produk impor China.

“Apa sih yang membuat produk-produk dari Cina itu luar biasa? Dia bisa masuk karena dua hal, murah dan volumenya gede banget. Memblokir e-commerce asal China merupakan solusi jangka pendek. Bagaimana cara menangani derasnya barang-barang impor ini?” kata Maman.

Bisa dikatakan bahwa biaya produksi produk China lebih murah dibandingkan dengan produk dalam negeri sehingga membuat harga produk China lebih murah. Padahal kualitas produk China dengan Indonesia sama saja.

Pemerintah harus mencari sebuah sistem yang dapat memproduksi barang-barang UMKM secara massal sehingga dapat menekan biaya produksi, misalnya holding UMKM.

Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyadari masalah terbesar yang dihadapi oleh UMKM. Hal itu merujuk pada akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk UMKM.

Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani menerangkan tantangan UMKM saat ini adalah akses pasar. Bisa dibilang, terbatasnya pasar UMKM imbas tidak adanya akses yang terbuka jika dilakukan secara sendirian.

Pada saat yang sama, UMKM juga harus memiliki daya saing yang kuat bagi produknya di pasaran. Hal tersebut bisa dilakukan melalui penguatan inovasi produknya.

Perluasan akses pasar UMKM tentunya sangat memerlukan bantuan dari tekhnologi. Dengan berkiblat pada digitalisasi, perluasan pasar ini mungkin saja jika terjadinya lebih mudah dan cepat. Lalu bagaimana UMKM bisa meluaskan pasar dengan metode online?

Sobat, saat ini banyak sekali aplikasi yang dapat mendukung perluasan jangkauan pasar UMKM, salah satunya adalah MPStore. MPStore merupakan SuperApps yang dapat membantu UMKM untuk mengembangkan produknya. Banyaknya fitur dalam aplikasi ini tentunya sangat berguna untuk para pelaku UMKM dalam menjalankan usahanya. Nah sobat, jangan sampai salah langkah untuk perkembangan bisnismu ya. Download MPStore sekarang, tumbuh lebih hebat bersama kami.

Download disini

December 30, 2024

MDR 0% dan PPN 0 Rupiah untuk Pedagang Mikro di Era Gempuran PPN 12%?

Halo, sobat UMKM! Perubahan pajak dan MDR terus menjadi perhatian publik di penghujung tahun 2024 ini. Pasalnya, mulai dari 2025 akan ada perubahan terkait kebijakan-kebijakan kenaikan pajak dan penurunan MDR. Lalu, bagaimana sih korelasinya? simak artikel ini dengan seksama ya, sobat!

Per tanggal 1 Desember 2024 Bank Indonesia telah memberlakukan QRIS Bebas MDR (Merchant Discount Rate) pada transaksi yang menggunakan QRIS menjadi 0% alias gratis. Adapun ketentuan untuk pembebasan tersebut ditujukan pada transaksi via QRIS dengan nominal sampai dengan Rp500.000, pada merchant atau pedagang yang termasuk dalam kategori usaha mikro.

MDR QRIS adalah biaya jasa yang dikenakan kepada merchant atau pelaku usaha oleh Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) saat bertransaksi menggunakan QRIS. Adapun besarnya biaya MDR ditetapkan oleh Bank Indonesia dan berlaku sesuai dengan kategori merchant dan nilai transaksi.

Lalu, bagaimana pengaruh QRIS Bebas MDR ini terhadap kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12% mendatang? Apakah akan dikenakan pada transaksi QRIS juga? Dilansir dari sosial media Instagram Bank Indonesia, berikut beberapa penjelasan terkait MDR % dan PPN 12%

1. Tidak Ada Perubahan Subjek maupun Objek terhadap Pembayaran

Tarif PPN yang akan dikenakan tidak berlaku untuk semua jenis transaksi, baik tunai maupun non-tunai. Jadi, PPN yang dikenakan ke konsumen hanya PPN barang/jasa yang dibeli, dan transaksi yang menggunakan QRIS atau pembayaran non tunai lainnya tidak dikenakan PPN.

2. PPN untuk Jasa Sistem Pembayaran

PPN hanya dihitung dari biaya layanan (service fee) yang dikenakan oleh Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) kepada merchant, termasuk MDR. Sama seperti MDR, PPN terhadap transaksi QRIS ini juga tidak dikenakan kepada konsumen, sebagaimana yang sudah berlaku selama ini.Tetapi, karena Bank Indonesia telah memberlakukan QRIS Bebas MDR 0% bagi pelaku usaha mikro, maka PPN atas MDR transaksi tersebut adalah Rp 0 alias gratis.

Jadi, bagi pelaku usaha mikro tidak mendapat tambahan beban dari PPN dan MDR ini dan bisa tetap menggunakan layanan transaksi QRIS seperti biasa (transaksi sampai dengan Rp500.000).

Nah, jadi untuk kalian kaum digitalisasi jangan takut pakai QRIS lagi ya karena sudah tau kalau transaksi pembayaran tidak terkena dampak dari perubahan kenaikan PPN. Sobat masih bisa menggunakan QRIS sebagai solusi untuk transaksi bayar-bayar cepat dan mudah kalian.

Agar tetap aman dan nyaman, kini ada aplikasi pendukung transaksi digital kalian yaitu MPStore. Bikin QRIS di MPStore gratis loh. Kalau kalian seorang pelaku usaha, kalian juga bisa gunain fitur-fitur MPStore lainnya untuk dukung usaha kalian. Tunggu apalagi? yuk download sekarang!

Download disini

December 27, 2024

QRIS & E-money tidak terdampak PPN 12%? Begini penjelasannya!

Halo, sobat UMKM! Munculnya keputusan baru terkait kenaikan PPN yang menjadi 12% nyatanya mulai membuat masyarakat resah. Banyak pertanyaan yang timbul dalam kehidupan masyarakat terkait apa saja yang terdampak apabila kebijakan ini di operasikan salah satunya tentang transaksi pembayaran.

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12% akan mulai berlaku pada 1 Januari 2025. Adapun Jasa Sistem Pembayaran masuk ke dalam objek, sehingga muncul kekhawatiran transaksi pembayaran melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) hingga e-Money juga akan terdampak.

Menjawab kekhawatiran tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa transaksi QRIS tidak akan kena PPN 12%. Dengan demikian, konsumen tidak akan dikenakan pajak tambahan saat bertransaksi menggunakan QRIS.

Hal ini seperti transaksi menggunakan debit card, e-money transaksi kartu lainnya, menurutnya tidak akan terkena dampak kenaikan PPN jadi 12%. Dengan demikian, transaksi tol juga tidak akan terdampak kebijakan baru ini.

“Transportasi itu tanpa PPN. Jadi yang namanya tol dan kawan-kawannya, (transaksi e-Money) di tol juga tidak ada PPN,” ujar Airlangga

Airlangga juga tetap optimistis bahwa daya beli masih dapat terkendali di tahun depan, meski PPN naik menjadi 12%. Pemerintah juga telah mengeluarkan berbagai stimulus untuk menjaga keseimbangan.

Lagipula, beban PPN sepenuhnya ditanggung merchant atau penjual yang menggunakan QRIS. Namun, sejak diterapkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 69 Tahun 2022, beban PPN atas transaksi melalui QRIS sepenuhnya ditanggung oleh merchant (penjual), bukan oleh customer.

PPN tidak meningkatkan beban konsumen. Walaupun tarif PPN naik dari 11% menjadi 12%, kenaikan tersebut tidak berdampak pada pembeli yang bertransaksi menggunakan QRIS. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya penambahan biaya akibat perubahan tarif PPN.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, kenaikan tarif PPN diharapkan mampu mendorong pembangunan nasional yang lebih inklusif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Nah, begitu ya sobat penjelasan terkait korelasi antara kenaikan PPN dan transaksi pembayaran QRIS atau E-money. Tidak ada yang terdampak oleh kenaikan PPN, jadi sobat jangan ragu untuk terus pakai QRIS ya, pakai QRIS udah pasti mudahnya. Yuk pakai sekarang!

Download disini

December 23, 2024

PPN Naik 12%, Bagaimana Dampaknya Terhadap UMKM?

Halo, sobat UMKM! Kabar PPN naik 12% menjadi topik hangat di kalangan masyarakat akhit-akhir ini. Pro kontra pun banyak di lontarkan terkait kebijakan ini. Lalu, bagaimana sih dampak dari kenaikan PPN ini terhadap usaha mikro kecil dan menengah? yuk simak lebih lanjut!

Pajak Pertambahan Nilai atau PPN merupakan pajak yang dipungut baik oleh Wajib Pajak Orang Pribadi, Wajib Pajak Badan, dan Pemerintah yang berstatus sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) atas transaksi jual-beli Barang Kena Pajak (BKP) dan/atau Jasa Kena Pajak (JKP).

Rencana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang sebelumnya 11% kini naik menjadi 12% telah diumumkan oleh Pemerintah dan direncanakan mulai berlaku pada tahun 2025. Hal tersebut sudah tercantum di dalam Undang-Undang No. 7 tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan atau UU HPP pasal 7 ayat 1.

Keputusan pengambilan kebijakan tersebut bertujuan untuk dapat meningkatkan penerimaan negara untuk dapat membiayai berbagai kegiatan negara, seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan lainnya.

Adanya kenaikan PPN tidak hanya bertujuan untuk dapat menyeimbangkan anggaran negara, tetapi juga untuk memberikan ruang bagi pemerintah dalam melanjutkan program pembangunan yang membutuhkan dana besar.

Namun rupanya keputusan ini tidak hanya membawa dampak positif bagi penerimaan negara namun juga membawa kekhawatiran terutama bagi para pelaku usaha Mikro Kecil (UMKM).

Adanya kenaikan PPN tentu akan membawa beberapa dampak terutama bagi para pelaku UMKM. Pelaku UMKM sebagian besar merupakan para pelaku usaha dengan skala operasional yang lebih kecil dan bila dikenakan beban pajak yang besar maka akan berpengaruh terhadap beberapa hal berikut ini :

  1. Penurunan Daya Beli Masyarakat
    Dengan adanya kenaikan pada pengenaan PPN, masyarakat mungkin akan lebih selektif dalam melakukan pembelian, sehingga juga berpotensi menurunkan daya beli konsumen.
  2. Biaya Produksi Naik
    UMKM yang bergantung pada bahan baku impor atau yang dikenakan PPN pada setiap rantai distribusi akan merasakan peningkatan biaya yang pada akhirnya bisa menaikkan harga jual.
  3. Penurunan Tingkat Produksi
    Karena adanya penurunan daya beli masyarakat maka hal ini berpotensi turunnya juga permintaan sehingga akan memicu penurunan produksi barang, apabila berkelanjutan maka hal ini berdampak dapat memicu pemotongan tenaga kerja.
  4. Kesulitan Bersaing di Pasar
    Adanya kenaikan harga barang akibat pajak bisa membuat produk UMKM yang dijual menjadi kurang kompetitif dan berpengaruh pada penjualan/bisnis pelaku UMKM.

Adanya perubahan regulasi seperti kenaikan tarif PPN ini akan menjadi tantangan serius bagi para pelaku UMKM di tengah persaingan bisnis dan ketidakpastian kondisi ekonomi global. Kebijakan ini dapat meningkatkan biaya produksi dan menurunkan daya saing produk dalam negeri, terutama di kalangan pelaku usaha UMKM.

Nah, sobat UMKM. Kenaikan PPN sebenarnya bisa saja tidak menjadi penghalang terhadap kesuksesan bisnis kalian. Sobat bisa mengakali hal tersebut dengan melancarkan proses digitalisasi UMKM untuk bisnis sobat.

Baca juga : Tips agar UMKM-mu Go Digital

Untuk proses digitalisasi, sobat bisa menggunakan aplikasi pembantu perkembangan UMKM seperti MPStore yang menyediakan banyak fitur menarik dan berguna untuk keberlanjutan usaha kalian kedepannya. Penasaran kan? yuk pakai sekarang dan tumbuh lebih hebat dengan digitalisasi lewat MPStore.

Download disini

December 19, 2024

Penipuan Digital Makin Marak Menurut Riset! Jadi Perkembangan Teknologi Itu Untung Atau Rugi?

Halo, sobat UMKM! Maraknya perkembangan teknologi ternyata juga menjadi penyebab maraknya penipuan digital. Banyak survei maupun riset yang telah membuktikan bahwa fenomena ini memang nyata adanya dan merupakan masalah sosial yang seharusnya dapat di tanggulangi dengan baik.

Riset Nasional “Penipuan Digital di Indonesia: Modus, Medium, dan Rekomendasi” yang dilakukan dengan menggunakan metode survei daring dengan sampling non-probabilitas, serta melibatkan 1.700 responden dari kelompok responden yang bervariasi demografinya di 34 provinsi Indonesia, memaparkan realita penipuan di dunia digital.

Dalam hasil riset itu, ada lima jenis penipuan yang paling banyak diterima responden adalah penipuan berkedok hadiah (91,2%), pinjaman digital ilegal (74,8%), pengiriman tautan yang berisi malware atau virus (65,2%), penipuan berkedok krisis keluarga (59,8%), dan investasi ilegal (56%). Sedangkan lima jenis penipuan yang paling sedikit diterima respoden diantaranya penerimaan sekolah/beasiswa palsu (19,9%), penerimaan pada proses penerimaan kerja (20,6%), pembajakan/peretasan akun dompet digital (25,6%), penipuan berkedok asmara/romansa (27, 7%), dan pencurian identitas pribadi (29,2%).

Penipuan berkedok hadiah menjadi jenis pesan penipuan yang paling sering diterima responden karena sifatnya yang cenderung disampaikan secara random dan massal melalui berbagai jenis medium, terutama melalui fitur yang melekat pada setiap telepon seluler (panggilan atau SMS).

Penting untuk tidak menyimpan informasi pribadi seperti scan KTP, SIM, atau Kartu Keluarga online atau di media sosial. Lebih baik simpan data penting secara offline, flashdisk atau hardisk eksternal agar lebih aman dari risiko peretasan yang muncul di internet. Data yang disimpan secara offline, misalnya di flashdisk atau hardisk eksternal, jauh lebih sulit diakses oleh oknum penipuan online. Upaya Ini bisa mengurangi risiko terhadap penipuan online. Selalu periksa tingkat keamanan situs web yang akan kamu gunakan.

Pastikan bahwa situs web yang Anda gunakan setidaknya memiliki sertifikat SSL. Untuk menentukan apakah sebuah situs web memiliki sertifikat SSL, cukup periksa ikon gembok yang terletak di sisi kiri kolom URL. Sertifikat SSL adalah teknologi enkripsi yang digunakan untuk melindungi data yang ditransmisikan antara komputer kamu dan server situs web yang kamu kunjungi. Ketika sebuah situs memiliki sertifikat SSL, informasi yang kamu kirimkan, seperti kata sandi, informasi kartu kredit, atau data pribadi lainnya, akan dienkripsi sehingga tidak dapat dengan mudah diakses oleh penipu.

Sementara itu, jenis kerugiannya pun bermacam-macam. Penipuan digital bagi korbannya tentu bisa menimbulkan banyak kerugian baik yang sifatnya materil dan immateril. Kerugian materil bisa berupa uang, barang, maupun benda fisik lainnya. Sedangkan kerugian immateril bisa berupa waktu, perasaan, kebocoran data pribadi, fisik, maupun lainnya.

Untung atau ruginya tergantung dari seberapa pintar kita menghadapi perkembangan teknologi. Jika kita menghadapinya dengan positif, maka yang akan kita rasakan juga dampak positifnya, begitupula sebaliknya. Yuk perangi kejahatan teknologi dengan berhati hati!

December 14, 2024

Sebut Penjual Es Teh ‘Goblok’ Gus Miftah di Kecam

Halo, sobat UMKM! Sudah pada tau belum berita viral yang sempat menggegerkan bumi nusantara? berita terkait tokoh agama yang mengolok-olok penjual es teh dengan sebutan ‘goblok’.

Pendakwah Maulana Habiburrahman atau dikenal sebagai Gus Miftah menjadi sorotan setelah dia mengolok-olok seorang penjual es teh bakul. Dia bahkan menyebut penjual es itu dengan kata goblok. Potongan video ucapan Gus Miftah itu beredar dan viral di media sosial. Netizen ramai-ramai menggeruduk ustadz itu dengan kecaman-kecaman keji.

Dalam video yang sudah banyak disunting itu, terlihat Miftah tengah menginstruksikan si penjual es untuk segera menjual dagangannya. Perintah yang diikuti dengan olokan ‘goblok’ itu kemudian direspons gelak tawa oleh beberapa pria yang duduk di sekitarnya. Sementara itu, si penjual es tampak terdiam sembari menyunggi nampan dagangannya.

“Es teh kamu masih banyak nggak? Masih? Ya udah dijual lah, goblok,” setidaknya begitulah ucapan Miftah dalam banyaknya video yang beredar.

Banyak netizen mengecam peristiwa yang terjadi dalam acara sholawatan di Lapangan Soepardi, Sawitan, Kabupaten Magelang, Rabu (20/11) itu. Tidak hanya berbentuk komentar, mereka juga mengedit gambar seorang penjual es teh dengan tulisan-tulisan bentuk empati.

Karena banyak kericuhan yang terjadi, Gus Miftah pun telah membuat klarifikasi permintaan maaf melalui video yang diunggahnya.

Dalam video tersebut, selain mengungkapkan penyesalan, ia juga mengatakan bahwa dirinya sudah ditegur langsung oleh Seskab Mayor Teddy terkait peristiwa ini. Miftah mengatakan, Seskab meminta dirinya untuk berhati-hati dalam menyampaikan pendapat di depan umum.

Tidak hanya meminta maaf secara virtual, Gus Miftah pun mendatangi si Penjual Es yang bernama Sunhaji. Ulama sekaligus Utusan Khusus Presiden itu sampai di rumah Sunhaji, Dusun Gesari, Desa Banyusari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang sekitar pukul 07.15 WIB. Menurut informasi warga di sana, kehadiran Gus Miftah hanya berlangsung beberapa saat saja.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan Gus Miftah mengubah cara candaannya agar lebih santun. Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan mengingatkan Gus Miftah harus hati-hati karena menyandang jabatan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.

Dari kejadian tersebut dapat kita simpulkan bahwa bercanda ada batasnya, terlebih jika menyandang status pemuka agama. Kita sama-sama manusia, hendaknya kita dapat memanusiakan manusia selayaknya makhluk tuhan yang beradab.

December 13, 2024

Warung Madura, Ciri Khasnya ‘Agak Laen’

Halo, sobat UMKM! Kembali membahas warung Madura, warung dengan sejuta keunikan yang faktanya dapat merisaukan para pemilik minimarket karena keberadaannya. Kalau mendengar kata ‘warung Madura’ pasti yang terbesit di benak adalah buka 24 jam, betul ngga? memang labelingnya seperti itu.

Munculnya Warung Madura dengan berbagai variasi nama dan komoditas jualannya di berbagai daerah semakin memberi tekanan dan ‘ancaman’ kepada para pelaku usaha ekonomi korporasi berbentuk minimarket. Banyaknya Warung Madura segera dipahami oleh mereka sebagai bentuk korporasi baru. Khususnya di bidang jualan yang beririsan dengan mereka. Yakni usaha kelontong. Untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan, dalam pandangan konsumen, yang susah ditemukan di jenis usaha kelontong lain bisa ditemukan di Warung Madura.

Keresahan mungkin juga bisa berasal dari pelaku usaha ekonomi kelontong lokal. Namun resonansi keresahan mereka cenderung tidak kuat. Karena tidak bisa dibunyikan secara nasional atau meluas. Gara-gara tidak berjejaring nasional. Lebih-lebih mereka juga tidak terkena larangan jam buka sepanjang waktu. Seperti halnya larangan buka 24 jam kepada pelaku usaha ekonomi korporasi. Bagi sesama pelaku usaha warung kelontong, mau buka 24 jam atau tidak, hampir tak pernah jadi soal. Karena itu, waktu operasional layanan hingga 24 jam hanya identik dengan usaha ekonomi korporasi.

Persaingan usaha itu semakin menguat oleh unsur etnisitas. Ada kata “Madura” dalam usaha ekonomi warung kelontong itu. Berarti ada unsur etnis di situ. Karena itu, pasti ada unsur etnis tertentu di situ. Sementara, pada koroporasi kelontong berjejaring nasional, pemiliknya pasti nasional. Minimal, pemegang saham utamanya nasional. Bahkan juga internasional. Maka, sebetulnya, perbincangan ramai soal Warung Madura di antaranya juga dipicu karena sentimen etinisitas. Suka tidak suka begitu. Lalu, etinisitas itu semakin memperburuk isu persaingan usaha. Karena ada lapisan ragam beda etnisitas di balik persaingan usaha itu.

Namanya Warung Madura. Mau buka kapan aja, oke. Tidak buka rutin pun juga suka-suka. Walaupun faktanya, semua Warung Madura selalu buka melebihi jam buka warung pada umumnya. Bahkan bisa semalam suntuk. Itulah hal pertama yang menjadikan penjamuran warung ini semakin unik.

Kedua, Warung Madura dikenal dengan etos kerjanya yang tinggi. Distingsi kedua ini sejatinya melengkapi nilai distingsi pertama. Hanya bedanya, nilai distingsi yang kedua ini lebih menunjuk ke semangat kerja pantang menyerah. Tak pernah mundur dalam bekerja.

Baca juga : Tips & Trik Buka Warung Madura

Tagline ‘Kiamat Buka Setengah Hari’ menandai tekad dan spirit kerja keras pantang menyerah itu. Jargon sebagai kata-kata atau ungkapan-ungkapan spesial yang digunakan oleh kelompok tertentu yang sukar dipahami oleh selainnya, karena itu, bisa dikutip dan digunakan juga sebagai konsep lain untuk menandai semangat kerja keras pantang menyerah ini. Mana ada usaha yang buka setengah hari sebelum datangnya kiamat sekalipun? Tentu ungkapan itu hanya untuk menandai kerja keras pelaku usaha Warung Madura.

Ketiga, layanan Warung Madura bisa disebut prima. Menyusul jam buka hingga 24 jam seperti diuraikan di atas, pelayanan toko kelontong ini pun pasti menggunakan sistem shift. Bergantian. Bergiliran. Ya, di-shift di antara sejumlah pegawai yang dipekerjakan. Namun, hebatnya, kualitas layanannya tak kalah dari pelayan pasar modern minimarket. Pelayan Warung Madura dikenal sigap.

Mengapa Warung Madura menjadi sebuah fenomena baru? jawabannya hanya satu, warung ini agak laen. Distingtif, nama kerennya. Ya, agak laen dari warung-warung atau toko-toko kelontong lainnya. Itu yang membuat Warung Madura memiliki kelebihan dibanding selainnya. Itu yang mengantarkan Warung Madura menjadi perhatian banyak pihak.

Nah buat kalian pemilik warung Madura, jangan pernah malu untuk terus mengembangkan usaha. Tidak ada usaha yang memalukan jika kita merawatnya dengan niat dan semangat. Tidak masalah jika hanya usaha kecil, karena faktanya usaha kecil ini lah yang dapat membantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi negara.

Terus kembangkan usahamu, jangan lupa pakai MPStore ya. MPStore adalah solusi tepat untuk kalian yang ingin mengembangkan usaha dengan memanfaatkan digitalisasi. Yuk tumbuh lebih hebat bersama kami, download sekarang ya!

Download disini

Posts pagination